Minggu, 06 Maret 2016

Setangkai Bunga di Tebing Gunung

Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang yang tulus serta diperindah dengan kemantapan iman mereka kepada Sang Maha Kuasa. Namun dibalik kebahagiaan yang Bunda rasakan bersama suaminya, ternyata rumah tangga mereka pernah diguncang oleh prahara rumah tangga yang membuat Bunda berkeinginan untuk bercerai dengan suaminya. Syukurnya Allah memberikan jalan untuk masalah mereka.

Setelah menamatkan S1 di FKIP Matematika, Bunda diterima menjadi guru Matematika di salah satu SMP yang ada di daerah ku. Bunda mulai mengajar di SMP tersebut pada tahun 2002. Aku menjadi murid Bunda pada tahun 2008, saat aku kelas 2 SMP. Aku senang belajar Matematika dengan Bunda. Karena Bundalah aku menyukai pelajaran yang mengerikan bagi sebagian orang ini, termasuk aku. Sejak SD, aku tidak senang belajar Matematika karena rumit dan membosankan. Tapi, ketika aku bertemu Bunda semua berubah. Bunda dengan sabar dan semangat mengajarkan ku Matematika dan ia berhasil membuat ku cinta dengan pelajaran tersebut. Bundalah guru pertama yang merubah pandangan ku terhadap Matematika. Kini Matematika menjadi salah satu pelajaran favorit ku, sangat favorit. Itulah sebabnya aku memanggilnya bukan Ibu, tetapi Bunda. J
... baca selengkapnya di Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 02 Maret 2016

Romansa Kehancuran

Romansa Kehancuran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hari itu, aku tertatih. Tidak jelas aku sedang berada di mana. Samar-samar seperti di tengah-tengah antara sorga dan neraka. Tunduk, tengadah, bahkan sesekali kepalaku menengok ke arah kanan, kiri dan belakang. Aku berdiri di tengah-tengah dimensi hidup penuh khayal. Kepalan tanganku gusar dengan urat nadi yang tampak tegang. Dunia itu merogok dalam-dalam tenggorokanku sampai ke hulu hati, nafas sesak, denyutan pompa darah di jantungku keras, lebih keras, dan semakin keras. Aku larut dalam sugesti kecemasan dan rontaan kebingungan.

Waktu itu sebuah tangan menepuk pundakku sebelah kanan. Seketika aku menoleh ke arahnya. Tampak ku lihat sesosok manusia misterius berpakaian putih, hampir mirip kakekku yang telah lama tiada. Tanpa sapa dia berkata.
“Lihatlah hai anak muda, pandanglah sorga di belakangmu, begitu indah, asri, dengan hiasan bunga mawar mengitari pegunungan-pegunungan tinggi di sana. Sumber kehidupan yang bergelimang, rona-rona cahaya bintang berdansa dengan pepohonan.”
“Siapa kau kek? Apa maksud perkataanmu tadi?” samb
... baca selengkapnya di Romansa Kehancuran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 28 Februari 2016

Lembaran Kertas Hijau

Lembaran Kertas Hijau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Namaku rara aku sekarang bekerja di suatu perusahaan di kota surabaya, dulu aku mempunyai seseorang kekasih yang namanya fadli, iya.. fadli merupakan sosok yang sangat aku sayangi. Setelah hubungan antara aku dan fadli berakhir, fadli mulai menjauh dari kehidupanku, aku pun sadar akan hal itu tapi fadli menganggap hal itu sudah biasa, sudah berapa bulan aku dan fadli tak ada hubungan lagi, fadli sepertinya memang menjauh dari kehidupanku dan ingin melupakan aku tapi aku masih tidak bisa menerima semua ini karena aku sangat menyanyangi fadli, aku mencoba menelpon fadli ternyata nomornya masih diaktifkan tapi tak ada jawaban darinya.

Pada suatu hari aku tak sengaja membuka profil jejaringan sosial milik fadli di sana aku melihat dia sudah mempunyai seorang kekasih, melihat fadli sudah mempunyai pengganti aku semakin terpuruk akan hal itu, tapi tanpa seorangpun yang mengetahuinya termasuk fadli. setelah melihatnya semuanya tanpa ragu akupun mengirimi pesan teks lewat handponeku bermaksud hanya untuk memberikan selamat padanya, tapi hati ini begitu sakit melihat semuanya rasanya hatiku tidak menerima semua itu.
“Selamat yah fadli kamu udah menemukan penganti ku”
Tapi, tanpa balas darinya aku sedikit kecewa atas semuanya, tapi ku pikir memang sepertinya fadli sudah melupakan aku. berapa kali ku menghubunginya, tapi lagi dan lagi tanpa balas darinya, semenjak itulah aku mulai berfikir untuk meningalkan semuanya,
... baca selengkapnya di Lembaran Kertas Hijau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Aku Juga Wanita

Aku Juga Wanita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Entah berapa juta-juta kali kata-kata cemoohan dan cibiran itu keluar dari mulut setiap orang yang mengetahui keadaanya. Bahkan yang paling ekstrim ada yang sampai mengutuk dan memvonisnya sebagai penghuni neraka. Mereka tak sadar siapa mereka. Mereka manusia, bukanlah Tuhan. Sama seperti dia. Tapi inilah kelemahan manusia, selalu merasa diri menjadi paling baik dan paling suci dibanding manusia lainya. Bahkan yang mengutuk bukan hanya dari kalangan yang main-main. Yang paling mengerikan adalah kemarin, ketika acara pengajian rutin ibu-ibu setiap hari selasa. Sang penceramah membawa tema tentang kaum Nabi Luth. Tak ayal, semua mata tertuju padanya. Sakit, jelas terasa di hati. Tetapi dia mencoba bersabar. Ini adalah ujian dari Tuhan. Ujian seberapa kuat kah dia dalam perjuangan ini. seberapa layak kah dia menjadi yang sekarang ini. Dan dalam ujian itu, dia berharap Tuhan meluluskanya.

Dia bernama Anisa Septiani. Sebelum operasi lima belas tahun yang lalu, dia bernama Yayan Septiana. Ketika menjadi Yayan, Anisa selalu merasa dirinya dalah wanita. Tak ayal tingkah lakunya pun seperti wanita. Walaupun dari kecil sampai tamat SMA Anisa masih memakai pakaian lelaki, dan rambut dipotong seperti lelaki. Tapi karena kemayu dan tingkah laku seperti perempuan, maka Anisa sering diolok-olok dengan sebutan benc*ng. Sakit, tentu saja. Marah, inginya seperti itu. Tapi Anisa selalu diam memendam rasa sakitnya. Keadaan di da
... baca selengkapnya di Aku Juga Wanita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 23 Februari 2016

Makin Cerdas

Makin Cerdas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menulis itu sudah jelas merupakan salah satu cara meningkatkan kecerdasan. Setiap kali saya menyelesaikan sebuah tulisan, kecerdasan saya meningkat sekian derajat. Dan semakin sering saya menulis, maka kecerdasan dalam berbahasa, kecerdasan dalam aspek intrapersonal (tahu diri), interpersonal (tahu orang lain), kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan berbagai kecerdasan lainnya terus berkembang tanpa henti.

Bagaimana saya tahu bahwa kecerdasan saya berkembang dan meningkat? Sederhana saja. Ketika saya mulai menulis artikel dan buku-buku di tahun 90-an, saya banyak sekali melakukan kesalahan. Lalu saya menulis lagi dan melakukan kesalahan lagi. Lalu saya menulis lagi dan melakukan kesalahan lagi. Kesalahannya masih tetap ada, bahkan sampai sekarang. Tetapi semakin jarang dan semakin jarang dan semakin jarang. Bukankah itu berarti saya semakin cerdas?

Jadi, ada kalanya saya memandang kawan-kawan yang enggan menulis sebagai orang-orang yang enggan meningkatkan kecerdasannya. Mereka senang bertahan dalam kubangan yang menggerogoti kecerdasannya. Saya sungguh khawatir bahwa pada suatu titik nanti mereka akan dianggap bodoh oleh lingkungannya, bahkan oleh cucu-cicit mereka sendiri.

Kalau ingin makin cerdas: menulislah!

*) Andrias Harefa. Penulis 35 Info p
... baca selengkapnya di Makin Cerdas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 15 Februari 2016

10 KEMAMPUAN UNTUK SUKSES MENJALANKAN BISNIS DENGAN INTEGRITAS

10 KEMAMPUAN UNTUK SUKSES MENJALANKAN BISNIS DENGAN INTEGRITAS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

02 Desember 2007 – 11:01   (Diposting oleh: Editor)

”Strategi bukan hanya perkara menjadi yang baik pada apa yang Anda lakukan-Strategi adalah perkara menjadi berbeda dalam hal apa pun yang Anda lakukan. ~Michael Porter Professor di Harvard Business School

Hampir sebagian besar orang lebih senang menjadi pewirausaha. Menjadi wirausahawan atau pebisnis dianggap cara yang paling tepat dan cepat untuk mencapai kebebasan waktu dan keuangan. Realitasnya memang sumber penghasilan orang-orang terkaya di dunia 74 persen berasal dari berbisnis.

Tetapi berdasarkan statistik, kurang dari 20 persen pebisnis berhasil melewati tahun ke-5. Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Bukan soal menang atau kalah, melainkan bagaimana Anda memainkan bisnisnya.” Artinya memang tak mudah menjalankan sebuah bisnis, karena tak hanya butuh modal keuangan maupun mental, melainkan kemampuan agar dapat menjalankan bisnis dengan baik hingga mencapai sukses dan berintegritas. Berikut ini beberapa kemampuan yang harus dimiliki untuk menjalankannya.

Kemampuan pertama yang harus dimiliki untuk menjalankan sebuah bisnis adalah bertanggung jawab untuk menyajikan produk atau jasa yang berkualitas dan memberi manfaat yang optimal terhadap konsumen. Hal itu akan melahirkan situasi di mana pebis
... baca selengkapnya di 10 KEMAMPUAN UNTUK SUKSES MENJALANKAN BISNIS DENGAN INTEGRITAS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 11 Februari 2016

Untukmu Yang Sudah Bersamaku

Sayang,
Tak ada yang berkata bahwa hubungan dua manusia bisa berjalan begitu mudahnya. Sebaliknya, ada dua isi kepala berbeda dan dua masa depan yang harus disatukan — dan proses ini bisa saja menyakitkan. Cinta memang membahagiakan, namun tak lantas mencegah perbedaan pendapat dan perselisihan.
Hubungan yang sudah berjalan lama akan memberi tantangan yang lebih besar lagi. Pasalnya, hubungan yang sudah sekian lama memang termasuk masa-masa rawan. Dalam “masa-masa rawan” ini, semua pasangan tak boleh sekali-kali lengah jika tak mau berhenti melangkah.
Begitu juga dengan kita. Aku di sini ingin berjuang agar hubungan kita bisa tetap memiliki masa depan. Semoga, kamu juga berpikiran sama. 

Manusia diciptakan berpasang-pasangan, begitu pula aku dan kamu. Ada alasan kenapa kita menjalin cerita hingga sekarang. Ada alasan kenapa kita bertemu.


Sayang, maukah kau percaya bahwa manusia diciptakan untuk kemudian berpasang-pasangan? Bahkan, manusia pertama yang adalah Adam, disusul keberadaannya oleh Hawa. Hawa ada karena dicipta dari tulang rusuk Adam. Mereka kemudian disatukan dan dititahkan untuk pergi ke bumi dan memenuhi segala isinya. Sekarang masihkah kau menolak percaya bahwa memang manusia di Bumi haruslah memiliki pasangannya?
Aku juga ingin kau percaya bahwa selalu ada alasan kenapa kita dipertemukan. Tentu ini bukanlah suatu kebetulan. Semesta memang sudah mengatur dengan rapi bagaimana kita bisa bersua. Pertemuan singkat itu pun menorehkan guratan istimewa.

Memang tak selamanya jalan yang kita lalui mulus seperti jalan yang baru diaspal. Terkadang kita akan goyah dihantam badai permasalahan.

Tentu saja hubungan kita tak mulus saja bagai meluncur di perosotan anak balita. Toh kita pasti akan jemu jika hubungan berdua hanya diisi hari bahagia yang lama-lama akan kehilangan keistimewaannya. Kita telah dewasa, tentu pasti ada kastanya. Level kita bukan lagi perosotan anak balita, kita naik jet coaster yang lebih menantang serta memang untuk orang dewasa. Kita sering merasa mabuk dan lelah dengan rutenya yang naik turun, namun bukankah disitu daya pikatnya? Karena kamu dan aku sama-sama merasa itulah candu dan bumbu bagi hubungan berdua.
Tengkar mulut dan lempar kata dengan sebal sering kita lewati. Kau dan aku enggan bertemu karena kita lelah memaki. Namun, kemudian di situ kita baru menyadari bahwa perpisahan bukanlah jawaban. Hati ini sama-sama tak ingin dipisahkan dari si empunya.

Sudah banyak usaha yang kita keluarkan untuk hubungan ini. Jika kita memutuskan berhenti, perjuangan hebat itu tak akan banyak berarti.

.

Sayang, masihkah kau ingat bagaimana kita sempat kelimpungan saat menyusun pondasi hubungan pertama kali? Aku tak pernah lupa bagaimana dulu kita saling menyesuaikan diri. Sama-sama mengempiskan ego agar tak jadi bumerang dalam hubungan. Aku dan kamu juga mulai saling menerima kelebihan yang juga hadir sepaket dengan kelemahannya.
Aku tak memiliki masalah yang berarti dengan segala tabiat burukmu. Pun kamu juga bisa menerima sifat buruk yang kumiliki. Bahkan, hingga detik ini kita masih berjuang untuk bisa menjadi satu. Bekerja sama untuk berjalan bersisian. Saling mengimbangi langkah serta menghindari lubang. Aku dan kamu selalu berjuang. Tidak sayangkah jika semua ini dihentikan?

Kenangan yang sudah kita kumpulkan juga kaya dan berwarna. Bukankah akan jadi percuma jika kita beranjak meninggalkannya?

.
Aku yang menangis dan menenggelamkan wajah di pelukanmu karena tak kuat di hajar kebengisan dunia kemudian menjadi pulih ketika kau mau mendengarkan dengan tekun semua ceritaku. Begitu pula ketika kau sedang timpang, ada aku yang siap menangkap. Membebaskanmu untuk bersembunyi di leherku. Mencari ketenangan dari belitan masalah kehidupan di sana.
Sudah ada berapa juta detik yang kita lewatkan untuk saling bertingkah bodoh? Urat malu kita sudah putus jika di hadapan satu sama lain. Tak ada pula kecanggungan yang turut serta. Sungguh, yang ada hanya rasa nyaman dan ketenangan yang dalam di sana. Kau pasti tahu, momen ini tak akan bisa kumiliki dengan yang lainnya.

Sudah takdir kita, untuk berjuang hingga habis daya. Karena menyerah begitu saja adalah hal yang keterlaluan mudahnya.

.
Sungguh, aku lelah jika harus mengurai jalinan ini dan harus menambatkannya ke dermaga yang lainnya. Aku tak sanggup lagi jika harus mencari penggantimu dan memulai hubungan cinta yang baru. Sayang, sungguh kita tak boleh lelah berusaha. Kita tak boleh memilih menyerah, karena itu sungguh terlalu mudah.

Kurebahkan raga ini..
Setelah seharian mengais rejeki..
Untuk menafkahi anak dan istri..
Agar mereka tak terzalimi..

Wahai engkau istri tercinta..
Ingin sekali kini ku berkata..
Besarkan dan didik lah buah cinta kita..
Dengan ketegasan berbalut cinta..

Wahai engkau istri tercinta..
Engkau lah bidadari ku di dunia..
Sudah seharusnya selalu ku jaga..
Telah zalim lah aku jika engkau teraniaya..

Wahai engkau istri tercinta..
Aku bersumpah kan selalu setia..
Engkau lah anugerah terindah di dunia..
Semoga bersama sama kita bisa meraih ridho Allah Subhanahu Wa Ta'alla...