Senin, 11 Agustus 2014

BAGIAN 1 : FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PESERTA BISNIS MLM

Pada dasarnya seluruh peserta bisnis MLM memiliki mimpi untuk sukses dan memiliki kehidupan yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Akan tetapi pada umumnya bukannya memperoleh sukses malah kehidupannya yang justru jauh lebih buruk dibandingkan sebelum bergabung di bisnis MLM.
Cerita-cerita kegagalan itulah yang akhirnya mengakibatkan citra bisnis MLM menjadi buruk di mata masyarakat. Padahal MLM hanyalah salah satu variasi dari teknik pemasaran suatu barang/jasa dari produsen ke tangan konsumen. Bahkan sebenarnya jika dibandingkan dengan sistem pemasaran konvensional sistem pemasaran melalui MLM mempunyai banyak kelebihan, antara lain menciptakan pemerataan kesempatan berusaha bagi lebih banyak orang dibanding sistem konvensional yang hanya menguntungkan beberapa gelintir orang yang mempunyai modal besar saja.
Jika saja anda tahu seluk beluk MLM secara lebih mendalam, anda akan tahu cara menghindari kegagalan yang dialami banyak orang dan sebaliknya anda justru akan bisa memetik kesuksesan di bisnis MLM ini. Sehingga anda akan setuju bahwa bisnis MLM bukanlah suatu sistem pemasaran yang mempunyai citra negatif.
Di sini akan dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam menjalankan bisnis MLM dan sekaligus tips bagaimana memilih sebuah perusahaan MLM yang benar.

1. JANJI DAN IMING-IMING KEMEWAHAN PADA TAHAP AWAL MENJADI ANGGOTA
Pada umumnya kebanyakan bisnis MLM menawarkan berbagai janji bagi calon anggotanya. Janji dan iming-iming kemewahan inilah yang pada tahap awal dilakukan untuk mempengaruhi anggota baru dan calon anggota, seolah-olah semua kemewahan tersebut akan sangat cepat dan mudah untuk diperoleh. Padahal pada kenyataannya semua kemewahan tersebut adalah hasil akhir yang untuk memperolehnya harus melalui proses yang lama dan melelahkan
Berikut adalah contoh iming-iming atau motivasi yang umumnya diberikan oleh perusahaan MLM kepada calon anggotanya. Pada awalnya hal-hal tersebut tampak sangat menjanjikan dan mudah untuk dicapai, namun seiring waktu apa yang tampaknya mudah tersebut ternyata sulit untuk dilaksanakan. 

A. Sistem Peringkat Di Perusahaan MLM
Hampir di semua perusahaan MLM memiliki sistem peringkat, dimana semakin tinggi peringkat seorang anggota akan semakin besar persentasi bonus yang akan diperoleh dari total omzet anggota bersangkutan. Kelihatannya peringkat tersebut akan sangat menguntungkan seorang anggota akan tetapi jika kita simak lebih mendalam sebenarnya peringkat tersebut adalah kerugian bagi anggota dengan memperhatikan syarat kenaikan peringkat di perusahaan MLM misalnya: 
1.      Memiliki minimal dua grup dibawahnya sama peringkatnya dengan anggota bersangkutan
2.      Memiliki total nilai poin tertentu sesuai dengan yang telah disyaratkan minimal dua grup dibawahnya
3.      Memiliki total nilai poin grup lain selain dua grup utama yang disebut dengan side volume
4.      Melakukan tutup poin sesuai dengan yang telah disyaratkan 
Jika salah satu dari syarat tersebut tidak dapat dipenuhi maka anggota bersangkutan tidak akan naik peringkat. Syarat-syarat tersebut akan memungkinkan terjadinya peringkat downline sama peringkatnya dengan upline/sponsor yang sering disebut dengan istilah "BREAK PERINGKAT" yang akan mengakibatkan: 
1.      Persentasi bonus upline yang sama peringkatnya dengan downline menjadi nol persen, atau maksimal hanya 1% (bonus upline turun drastis)
2.      Biaya operasional jaringan semakin besar seiring pertumbuhan jaringan akan menyulitkan upline mengembangkan dan membantu seluruh jaringan
3.      Upline akan frustasi dengan bisnisnya dan ada kemungkinan menjadi berhenti padahal sudah sangat banyak hal yang telah diinvestasikan seperti uang dan waktu
4.      Downline yang telah dibantu oleh upline dari tahap awal membangun bisnis jaringan sampai terjadi break peringkat dengan kejujuran & integritas menjadi ancaman bagi perkembangan penghasilan & bisnis uplinenya 
Di dalam bisnis jaringan, untuk tetap menjaga pertumbuhan dan perkembangan minimal dua jaringan tetap sama adalah pekerjaan yang paling sulit maka kemungkinan untuk mengalami Break Peringkat adalah sangat besar.
Break Peringkat adalah yang paling dihindari dan ditakuti oleh seluruh upline. Umumnya untuk menghindari terjadinya Break Peringkat pada dirinya seorang peserta bisnis MLM justru terjebak melakukan beberapa langkah salah sbb: 
1.      Membeli poin grup yang terlambat perkembangannya dengan harapan akan memperoleh bonus yang lebih besar seiring dengan naiknya peringkat. Biaya membeli poin lebih besar dari bonus yang diperoleh.
2.      Tidak mau membantu pengembangan grup jaringan yang sangat cepat berkembang. Mengakibatkan upline kehilangan integritas dan komitmen sebagai pemimpin, padahal dalam bisnis jaringan kedua hal tersebut adalah hal yang paling penting
3.      Menunda posting anggota anggota baru di grup yang cepat perkembangannya

Saran :
Jauh lebih baik untuk bergabung di sebuah perusahaan MLM yang tidak memiliki peringkat, dimana perhitungan bonus dilakukan dengan persentasi total omzet setiap grup tanpa ada parameterperingkat, sehingga downline tidak menjadi ancaman bagi penghasilan upline.

B. Sistem Reward Di Perusahaan MLM
Sistem Reward adalah impian atau motivasi yang dibangun oleh perusahaan MLM kepada setiap anggota sebagai sebuah tujuan, seolah-olah sangat mudah utuk memperolehnya. Sebenarnya jika diteliti lebih cermat, reward bukanlah keuntungan bagi anggota. Untuk memahami alasannya perhatikan syarat untuk memperoleh reward berikut: 
1.      Memiliki peringkat tertentu sesuai dengan syarat reward
2.      Memiliki minimal peringkat dua downline dengan grup yang berbeda sama dengan upline sesuai dengan syarat
3.      Memiliki total omzet minimal dari dua grup yang berbeda sesuai dengan syarat
4.      Memiliki side volume dengan jumlah tertentu sesuai dengan syarat
5.      Harus melakukan tutup point dengan jumlah tertentu 
Jika salah satu dari syarat tidak dipenuhi maka anggota tidak akan memperoleh reward.
Beberapa hal tentang reward yang harus diketahui oleh peserta bisnis MLM 
1.      Reward sebenarnya bukan hadiah dari perusahaan tetapi adalah bagian dari bonus-bonus anggota yang ditunda pembayarannya oleh perusahaan sampai memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. Dengan demikian reward adalah bonus (hak) anggota yang pembayarannya ditunda (ditabung) atau biasa disebut sebagai “bonus tunda”
2.      Peserta MLM lebih membutuhkan bonus cash dari pada bonus tunda, karena sebenarnya hampir seluruh peserta MLM mengalami kesulitan keuangan setiap bulan karena kebutuhan lebih besar dari penghasilan. Itu sebabnya mereka menjalankan bisnis MLM untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
3.      Reward adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya diperlukan modal waktu yang lama dan uang yang cukup besar.
4.      Reward akan memberikan peluang kepada perusahaan MLM untuk menetapkan berbagai syarat yang memberatkan anggotanya yang tidak diberitahu secara transparan pada tahap awal.
5.      Peserta bisnis MLM yang sudah hampir mencapai syarat reward tetapi karena satu dan lain hal tidak sanggup lagi untuk meneruskan bisnisnya maka bonus tunda tersebut menjadi milik perusahaan (hangus). 
Saran:
Jauh lebih baik bagi calon peserta bisnis MLM bergabung di sebuah perusahaan MLM yang membayar semua bonus membernya dengan uang tunai (cash bonus) agar seluruh mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengembangan jaringan. Jika peserta bisnis MLM telah memiliki uang tunai lebih maka mereka sebenarnya lebih mengetahui untuk apa uang itu akan dipergunakan untuk keperluan pribadinya. Jadi bukan ditentukan oleh perusahaan MLM seperti membeli mobil mewah yang belum tentu merek dan modelnya cocok dengan keinginan anggota.

C. Passive Income Dan Bonus Sharing Di Perusahaan MLM
Sama seperti Sistem Reward, Passive Income dan Bonus Sharing inilah yang selalu di gembar-gemborkan oleh perusahaan MLM kepada seluruh masyarakat dan calon anggotanya dimana seolah-olah tanpa bekerja akan memperoleh bonus. Sebenarnya hal tersebut tidak benar karena tidak mungkin ada bonus tanpa ada omzet. Perhatikan syarat untuk memperoleh pasif income dan bonus sharing yang dijanjikan oleh perusahaan MLM 
1.      Memiliki peringkat sesuai dengan syarat
2.      Memiiiki minimal total omzet sesuai syarat
3.      Harus melakukan tutup poin 
Beberapa hal yang harus diketahui mengenai Bonus Sharing dan Passive Income: 
1.      Jika tidak ada omzet perusahaan maka tidak mungkin perusahaan mampu membayar bonus.
2.      Bonus Sharing adalah hasil akhir dimana untuk memperolehnya dibutuhkan investasi waktu yang lama dan uang yang sangat besar. Dan bonus tersebut tidak otomatis diterima jika tidak memenuhi syarat yang ditentukan setiap bulan.
3.      Perhitungan Bonus Sharing sangat rumit, dimana salah satu parameter perhitungannya adalah omzet perusahaan yang hanya diketahui oleh perusahaan bersangkutan.

Saran :
Jangan pernah bergabung menjadi anggota perusahaan MLM yang menjanjikan Bonus Sharing dan Passive Income, karena sebenarnya untuk mendapatkan kedua bonus tersebut sangatlah sulit.

2. MARKETING PLAN YANG BERPIHAK KEPADA PENGUSAHA MLM
Faktor yang ke-dua yang membuat kegagalan anggota MLM adalah akibat pengusaha menciptakan sistem Marketing Plan yang berpihak kepada pengusaha MLM. Jadi mereka lebih berorientasi kepada keuntungan perusahaan daripada kepada kesejahteraan anggotanya. 
Beberapa ciri Marketing Plan yang berpihak kepada pengusaha MLM adalah: 
A. Pembayaran Bonus Anggota Yang Terlalu Lama
Rata-rata penghasilan masyarakat Indonesia lebih kecil daripada kebutuhannya.


Sebenarnya masyarakat tidak memiliki cukup uang untuk berinvestasi awal dalam pengembangan jaringan, akan tetapi karena iming-iming kemewahan pada tahap awal dimana seolah-olah kemewahan tersebut sangat mudah dan cepat untuk diperoleh maka mereka berani melakukan pinjaman-pinjaman untuk membiayai operasional pengembangan jaringan selama lebih kurang 55 hari sebelum memperoleh bonus.


Sistem pembayaran bonus yang lama ini yang menyebabkan banyak orang yang tidak bisa bertahan pada saat-saat awal membangun bisnis jaringan mereka. Berikut ini bagaimana arus kas seorang peserta bisnis MLM dalam 3 bulan pertama mereka mengikuti bisnis MLM.

Gambaran perincian pengeluaran biaya operasional anggota setiap bulan
Pada bulan I
·     Pendaftaran + pembelian produk Rp 300,000
·     Tutup poin Rp 350,000 (jika tidak tutup poin maka anggota tidak memperoleh bonus meskipun memiliki omzet)
·     Biaya operasional setiap hari dalam melakukan aktifitas sebagai anggota rata-rata Rp 10,000. Total biaya selama 55 hari sebelum anggota memperoleh bonus sebesar Rp 550,000, maka total biaya operasional sebesar Rp 1,200,000,
·     Pada akhir bulan berikutnya anggota memperoleh bonus Rp 100,000
·     Anggota mengalami kerugian sebesar Rp 1.100,000
Pada bulan II
·     Biaya operasional sama dengan bulan I yaitu sebesar Rp 1,200,000
·     Anggota menerima peningkatan bonus menjadi Rp 150,000 karena jaringan sudah mulai berkembang
·     Anggota mengalami kerugian Rp 1,050,000
Pada bulan III
·     Biaya operasional naik menjadi Rp 1,500,000 karena jaringan sudah mulai berkembang
·     Bonus anggota naik menjadi Rp Rp 250,000
·     Anggota mengalami kerugian sebesar Rp 1,250,000
Dalam tiga tahap di atas, seorang peserta bisnis di perusahaan MLM telah mengalami total kerugian sebesar:

Kerugian pada bulan I
Rp 1,100,000
Kerugian pada bulan II
Rp 1,050,000
Kerugian pada bulan III
Rp 1,250,000
Total kerugian sebesar
Rp 3,400,000

Peserta bisnis MLM tersebut selama tiga bulan mau menjalani bisnis MLM dengan mengalami kerugian karena dijanjikan kemewahan-kemewahan. Namun pada tiga bulan pertama bisnisnya mereka baru menyadari bahwa untuk memperoleh semua kemewahan tersebut harus memiliki modal keuangan yang cukup kuat.
Selama tiga bulan pertama menjalankan bisnisnya, peserta bisnis MLM menjadi salesmen dengan menjual produk-produk hasil Tutup Poin untuk menutupi kebutuhan dan kerugian. Selanjutnya anggota berhenti dan berpikir bahwa bisnis MLM adalah bisnis pembohongan. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah sistem pembayaran bonus tersebut tidak cocok dengan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia pada umumnya dan semua kemewahan tersebut adalah merupakan hasil akhir. 
Saran:
Dalam kondisi penghasilan lebih kecil daripada pengeluaran maka pembayaran yang terlalu lama tidak cocok untuk mayoritas masyarakat Indonesia.

B. Tutup Poin
Salah satu faktor kegagalan utama anggota MLM adalah aturan Tutup Poin. Pengertian Tutup Poin adalah
1.      Tutup Poin adalah salah satu aturan yang ditetapkan oleh perusahaan bagi anggotanya untuk melakukan belanja ulang secara wajib. Terlepas apakah mereka mempunyai uang untuk melakukan belanja ulang tersebut atau tidak.
2.      Tutup Poin menjadi salah satu syarat untuk memperoleh bonus. Berapapun omzet seorang anggota bisnis MLM bonusnya tidak dibayarkan jika tidak melakukan Tutup Poin.
3.      Nilai Tutup Poin pada tahap awal bergabung dengan bisnis MLM biasanya jauh lebih besar dari bonusnya itu sendiri
4.      Tutup Poin mengakibatkan anggota bisnis MLM  terpaksa menjadi seorang salesman untuk meminimalkan kerugian akibat kebijakan belanja ulang yang dipaksakan.
Belanja ulang dijadikan syarat untuk memperoleh bonus dengan alasan apapun merupakan ketidakadilan bagi peserta bisnis MLM. Sebenarnya syarat untuk memperoleh bonus adalah anggota bekerja dan memberikan omzet. Namun kenyataannya selama kurang lebih dua puluh lima tahun sistem MLM di Indonesia membuat aturan Tutup Poin menjadi sebuah keharusan dan kebenaran padahal faktanya aturan ini merupakan ketidakadilan bagi seluruh anggota.
Benar bahwa semua anggota MLM haruslah menjadi konsumen dan wajah dari produk-produk MLM yang diikutinya dengan selalu melakukan belanja ulang produk. Tetapi belanja ulang haruslah dilakukan dengan aturan yang manusiawi dan benar dimana belanja ulang dilakukan anggota setelah anggota memperoleh bonus dan nilai keharusan belanja ulang anggota harus lebih kecil dari bonus anggota.
Dengan demikian maka kondisi keuangan peserta bisnis MLM tetap sehat karena arus kas-nya selalu positif atau minimal nol. Namun tidak akan pernah negatif atau defisit (pengeluaran lebih besar dari penghasilan) 
Saran:
Jangan bergabung dengan sebuah perusahan MLM yang menetapkan aturan belanja ulang (tutup poin) sebagai syarat untuk memperoleh bonus.

C. Jenis Bonus Yang Banyak Dan Perhitungan Bonus Yang Terlalu Rumit
Perusahaan MLM sangat senang menciptakan banyak jenis bonus dan dengan perhitungan yang sangat rumit. Jenis bonus yang banyak di perusahaan MLM tidak berhubungan dengan besar kecilnya bonus-bonus anggota. Karena sebenarnya besar kecilnya bonus anggota bisnis MLM tergantung dari persentase bonus yang diperoleh anggota dibandingkan dengan omzet anggota bersangkutan.
Perhitungan bonus yang rumit dengan banyaknya parameter perhitungan seperti: Nilai Poin Produk, Persentase Peringkat, Perhitungan Jumlah Poin Grup Frontline, Perhitungan Tutup Poin Pribadi, Perhitungan Tutup Poin Seluruh Jaringan, Perhitungan Total Omzet Perusahaan dll, akan membuat anggota tidak mampu menghitung bonusnya sendiri sebelum diberitahu oleh perusahan hal ini akan mengakibatkan kurang transparan dalam perhitungan bonus anggota dan kontrol biaya dalam upaya membangun jaringan.
     Banyaknya jenis bonus dan sulitnya perhitungan bonus di perusahaan MLM adalah merupakan salah satu faktor kegagalan anggota MLM, perhatikan fakta berikut:
1.      Semakin banyak jenis bonus dan semakin sulit perhitungan bonus akan semakin membuka peluang perusahaan MLM untuk menetapkan syarat-syarat yang tidak diketahui anggota.
2.      Semakin banyak jenis dan sulitnya perhitungan bonus akan menyebabkan setiap anggota kesulitan mengetahui total nilai bonus sebelum memperoleh statement bonus dari perusahaan
3.      Semakin banyak jenis bonus dan sulit perhitungan bonus akan semakin menyulitkan anggota melakukan presentasi
Sebenarnya anggota seharusnya memperoleh bonus jika memberikan omzet. Ada tiga jenis omzet yang diberikan oleh anggota kepada perusahaan multilevel marketing yang berarti hanya ada tiga jenis bonus:
1.      Anggota mengajak orang lain menjadj konsumen produk multilevel marketing, dimana yang diajak membeli produk dari perusahaan MLM. Bonus ini sering kita sebut dengan bonus mengajak (sponsoring)
2.      Anggota mengajarkan dan membina jaringan (downline) agar mampu mengajak orang lain sehingga membeli produk perusahaan MLM. Bonus ini disebut dengan bonus perkembangan jaringan atau bonus kepemimpinan
3.      Anggota dan seluruh jaringannya melakukan belanja ulang. Bonus ini disebut dengan bonus belanja ulang
 Jika anggota mampu menjual produk secara langsung kepada masyarakat dan anggota memperoleh keuntungan dari penjualan tersebut sebenarnya itu bukanlah bonus, karena di semua sistem penjualan akan memperoleh keuntungan jika mampu menjual secara langsung produk

Saran :
Semakin sederhana jenis dan perhrtungan bonus maka semakin mudah bagi anggota melakukan kontroling dan tidak merasa tertipu dengan syarat syarat akan diketahui setelah menjalankan bisnis MLM.

3. BERGABUNG DENGAN PERUSAHAAN MONEY GAME
Perusahaan money game adalah sebuah perusahaan pembohong yang akan merugikan baik anggotanya dan seluruh masyarakat, karena tidak memperoleh produk senilai uang yang telah disetorkan oleh anggota bersangkutan. Setiap anggota yang bergabung dengan perusahaan multilevel marketing tidak boleh dirugikan karena telah memperoleh produk senilai uang yang telah diberikan anggota.
Beberapa hal mengenai perusahaan money game
  1. Perusahaan money game pasti merugikan semua anggota dan tutup dalam waktu tidak lama.
  2. Pertanggungjawaban uang dan moral kepada setiap orang yang bergabung ada pada anggota yang mengajak ke perusahaan money game, dimana keuntungannya tidak sebanding dengan resikonya dan beban moral.
  3. Laporkan ke aparat kepolisian jika melihat perusahaan money game

Saran:
Jangan pernah bergabung dan menjadi anggota perusahaan money game.
4. MENGIKUTI AJAKAN PETUALANG-PETUALANG MLM
Untuk sukses di bisnis MLM. salah satu hal terpenting adalah harus memiliki pemimpin (leader) yang bertanggung jawab, memiliki integritas, memiliki kejujuran, memiliki komitmen untuk membawa seluruh jaringannya ke puncak kesuksesan tanpa mengorbankan downline-nya dengan alasan-alasan yang tidak realistis.
Saat ini sangat banyak petualang-petualang bisnis MLM di Indonesia yang selalu mengaku sebagai seorang pelaku bisnis yang handal serta berpengalaman padahal belum pernah sukses dalam menjalankan bisnis MLM, justru sebenarnya selalu menjadi objek perusahaan MLM.
Pelaku-pelaku petualang ini tidak segan-segan mengajak calon anggota untuk bergabung di perusahaan money game atau berusaha memindahkan jaringan anggota ke perusahaan MLM yang lebih jelek dibandingkan MLM sebelumnya dengan berbagai alasan yang tidak bermoral demi kepentingan sendiri.
Anggota dan calon anggota harus hati-hati dengan petualang-petualang bisnis MLM semacam ini.
Ciri ciri petualang MLM
1.      Selalu berganti ganti perusahaan tanpa alasan yang jelas dan berbicara negatif tentang perusahaan sebelumnya
2.      Selalu mengaku pelaku bisnis MLM yang berpengalaman karena sering berpindah perusahaan MLM. Padahal sebenranya dia belum pernah sukses dan hanya sebagai korban dan objek perusahaan
3.      Mengorbankan seluruh jaringannya demi kepentingan pribadi dengan memberikan iming-iming kepada calon anggota.

Saran: Hati-hati dengan petualang petualang MLM dan jangan pernah mau diajak untuk menjadi downlinenya. 

Minggu, 10 Agustus 2014

LOMPATAN BELALANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - LOMPATAN BELALANGSeekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dariusiaataupun bentuk tubuh?” Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Pesan moral: Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman, atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih untuk mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri. Tidakkah anda pernah mempertanyakan kepada hati nurani ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 03 Agustus 2014

Mengenal Tipuan Piramid dan Bisnis Online

Arisan berantai atau Tipuan Piramida (Pyramid Scheme) atau Ponzi merupakan salah satu modus penipuan yang tertua di dunia, dan masih dijalankan dalam aneka bentuk sampai detik ini. Nama piramida kemungkinan diambil karena bentuk organisasinya yang berbentuk piramida. Mereka yang menempati posisi paling atas biasanya sedikit, tetapi memperoleh pendapatan yang paling besar. Nama ponzi sendiri diambil dari Charles Ponzi uang melakukan tipuan ini sekitar 90 tahun yang lalu. Ia berhasil menipu ribuan nasabah dan mengumpulkan $20 juta.

Kini, bisnis tipuan ini makin marak. Modusnya pun makin canggih dan menggiurkan.

Bisnis ini sekilas terlihat sebagai bisnis yang sangat mudah dijalankan serta menjanjikan keuntungan besar. Jauh lebih besar dari pendapatan investasi normal sehingga sangat menarik terutama mereka yang merindukan keuntungan cepat. Biasanya dijalankan dengan meminta calon member (kadang disebut juga: downline, nasabah, investor) untuk terlibat dalam suatu bisnis, jumlah modal bisa bervariasi. Mereka cukup menyetor sejumlah uang, lalu mencari calon member lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Umumnya, untuk terlibat dalam bisnis ini para member cukup menyetor uang dan tidak ada produk yang diperjualbelikan. Terkadang ada produk yang dijual, tetapi sebenarnya merupakan produk sampah, alias tidak bermanfaat (terkadang dalam bentuk setumpuk software, ebook dll). Kalaupun melibatkan penjualan produk seperti bisnis MLM legal, biasanya tipuan pyramid menjual produk yang dijual sangat mahal dan member memperoleh bonus dari hasil merekrut member baru, bukan dari penjualan produk.

Beberapa orang yang masuk diawal, biasanya masih memperoleh ‘bonus’ yang baik. Mereka ini, kemudian menjadi agen yang melancarkan promosi ke orang lain. Biasanya bisnis ini berkembang di kalangan pertemanan atau keluarga. Sering juga diadakan dalam bentuk seminar, atau pertemuan. Belakangan, dengan perkembangan teknologi, bisnis ini menjerat para korban melalui email, facebook, website,  dan aneka jejaring sosial untuk menjerat lebih banyak korban.

Karena tidak memiliki usaha bisnis yang legal atau produk yang berkualitas, pembayaran kepada member pada dasarnya diperoleh dari uang yang disetor member sebelumnya. Akibatnya mudah ditebak. Usaha ini pada suatu titik akan tidak mampu lagi membayar janji-janji kepada nasabahnya. Tetapi penyelenggara bisnis tipuan ini telah berhasil mengeruk uang masyarakat dalam jumjlah besar. Kalaupun diproses secara hukum, biasanya tidak lama dan mereka masih memiliki tabungan hasil ‘rampokan’ yang telah dicuci (disamarkan) dalam berbagai aset, jauh sebelum perusahaan digulung pihak berwajib. Tinggallah para investor gigit jari, penyesalan selalu datang terlambat.

Kenali Tipuan Bisnis Piramid di Sekitar Kita

Karena dilaksanakan secara berantai membentuk jaringan, bisnis tipuan pyramid ini terkadang menyamar dengan mudah dalam bentuk tawaran investasi bisnis. Ada banyak contoh yang telah terjadi selama ini. Misalnya kasus Koperasi Langit Biru dan PT Gradasi Anak Negeri yang berhasil menipu uang nasabah sampai triliunan. Modus bisnis pepesan kosong ini juga banyak di dunia online seperti disebutkan di atas. Anehnya, para pelakunya menyebutnya Bisnis Online (BO) padahal nayat-nyata bukanlah suatu bisnis yang riil, melainkan money game semata.

Seiring perkembangan teknologi, tipuan piramid kini marak di dunia online dalam aneka bentuk (seolah) investasi bisnis seperti iming-iming investasi emas, forex, saham, dan sebagainya. Mereka menggunakan nama canggih seperti bisnis syariah, online marketing, network marketing, surat berantai, refferal marketing, affiliate marketing sampai Multi Level Marketing. Istilah-istilah ini memang usaha pemasaran yang digunakan oleh banyak perusahaan legal. Akan tetapi para penipu juga memanfaatkan modus ini (lihat juga: Inilah Ratusan Website Money Game Online Indonesia dan Daftar Bisnis Online (BO) Bodong dari Luar Negeri).

Modusnya persis model yang telah dijelaskan di atas. Hanya saja kali ini dilakukan lewat internet. Ada ratusan website yang menawarkan cara mudah untuk kaya, cara gampang berbisnis dari rumah, terobosan terbaru dalam bisnis online, dll dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Sekali lagi, usaha-usaha seperti ini bukanlah bisnis legal. Mereka tidak memiliki bisnis yang dapat dipercaya sebagai media untuk meningkatkan nilai investasi nasabahnya supaya bisa membayar kembali lebih tinggi.

Perusahaan atau website ini bisa dari luar negeri, bisa dalam negeri. Kami yakin pembaca dapat dengan segera mengenali website tipuan buatan dalam negeri.

Perampokan Dana Rakyat Indonesia

ika penyelenggara bisnis piramida berada di Indonesia, kita masih bernapas lega karena paling tidak uang tersebut berada di Indonesia. Kalaupun tidak kembali ke nasabah, itulah resiko dari keserakahan yang tidak diikuti oleh logika berpikir.

Akan lebih parah jika perusahaan penyelenggara bisnis ini berasal dari luar negeri. Kenapa? Karena secara langsung tak terbilang uang masyarakat akan melayang ke luar negeri, seketika melalui aneka bisnis online. Dana masyarakat tersedot ke penipuan, diikuti permintaan terhadap dollar (karena umumnya ditransaksikan dalam $), mengakibatkan pelemahan nilai tukar Rupiah, dan pada akhirnya kerugian di kalangan nasabah.

Jika jeli, Anda akan menemukan puluhan bahkan aneka bisnis dan ratusan website sejenis yang gentayangan menebar iming-iming kaya dan sukses dalam waktu singkat, dengan berbagai cara dan modus yang halus serta canggih. Bisnis ini tentu saja tidak memiliki izin operasi untuk menghimpun dana masyarakat Indonesia, alias ilegal.

Akan tetapi praktek piramid memang belum diatur oleh hukum Indonesia sampai saat ini. akan tetapi, seharusnya pihak terkait seperti Bapepam (OJK) dan Kepolisian memeriksa izin perusahaan ini dalam menghimpun dana masyarakat. Pada akhirnya, sebagaimana kasus ZeekReward.com, nasabah jelas kesulitan menuntut karena kebanyakan perusahaan ini menggunakan identitas dan alamat fiktif. Selain itu, jauh sebelum perusahaan ditutup, para pelaku telah menggelapkan dana yang dihimpunnya sehingga sukar dilacak. Demikian juga pihak berwajib tidak dapat membantu Anda karena Anda sendiri memilih dengan sukarela untuk ikut dalam bisnis ilegal.

Bahayanya, perusahaan seperti ini sangat sulit dibasmi. Mereka tumbuh menjamur, dan cepat berganti nama, terutama bila ada indikasi mereka tidak mampu lagi membayar nasabahnya.

etap Waspada, Kedepankan Logika

Anehnya, tidak jarang usaha-usaha ini menggunakan nama dan logo perusahaan bonafid termasuk perbankan. Pihak perbankan sepertinya tidak berusaha melarang karena uang para pebisnis ilegal ini disimpan dan ditransfer di bank-bank tersebut. Secara tidak langsung, pihak perbankan justru mendapatkan keuntungan dari usaha ilegal ini.

Belakangan ini berkembang juga bisnis investasi online yang menjanjikan bisnis saham. Anda masih ingat bisnis investasi yang baru-baru ini bangkrut dan melibatkan artis dan orang-orang ternama bukan?

Katanya uang Anda akan ditanamkan dalam saham-saham blue chips (saham papan atas) dunia, lalu bonus Anda akan dibayarkan melalui sistim online…dst. Mereka bahkan memberikan data-data pembayaran bonus member yang telah disiapkan sebelumnya. Sebelum terlambat, diingatkan bahwa ini bentuk lain dari arisan berantai atau tipuan piramid. Kalaupun Anda sempat mendaftar, Anda mungkin akan sempat menerima bonus, tetapi pada dasarnya itu berasal dari uang Anda sendiri atau dari korban sebelumnya. Penipuan bisa dilakukan oleh siapa saja, sengaja ataupun tidak sengaja. Demikian juga, penipuan bisa menimpa siapa saja…termasuk orang yang berpendidikan sekalipun.

Beberapa ciri tipuan bisnis piramida (baik online maupun offline) yang dapat Anda ketahui adalah:

  1. Menawarkan keuntungan yang cepat, mudah, dan menggiurkan. Saking menggiurkannya sampai Anda sendiri tidak kuasa menolaknya,
  2. Tidak memiliki bisnis dan usaha yang jelas untuk meningkatkan nilai investasi nasabah,
  3. Tidak memiliki produk yang diperjualbelikan, cukup menyetor uang. Kalaupun memiliki produk, biasanya berupa produk sampah alias tidak bisa digunakan,
  4. Penghasilan member diperoleh dengan cara merekrut anggota (atau: downline, investor, nasabah dll) baru, dan bukan dari hasil menjual produk,
  5. Mengklaim telah memiliki banyak (bahkan jutaan member di dunia). Yang benar: Mereka telah memperdaya banyak orang di dunia,
  6. Si oknum menghubungi (lewat telepon, email, facebook dll) Anda berulang kali. Terkadang menggunakan orang lain untuk menghubungi Anda, tetapi pada dasarnya mereka satu ‘team’ untuk memperdayai Anda,
  7. Bisa jadi Anda mendapatkan tawaran bisnis ini dari teman atau kerabat Anda yang tidak menyadari bahwa mereka telah dijerat dalam bisnis tipuan,
  8. Si oknum mendesak dengan mengatakan tawaran ini hanya berlaku sekali. Anda diminta untuk segera mengambil keputusan saat itu. Jika tidak, ‘peluang’ Anda hangus…(dan aneka kalimat membujuk, setengah memaksa lainnya..)
  9. Terkadang mereka membawa nama orang berpengaruh yang telah mereka perdayai bergabung di ‘bisnis’ mereka untuk menambah kepercayaan calon-calon korban, Menampilkan tampilan website dan brosur atau prospectus yang mengkilap, tebal, rapi serta (biasanya) mereka mati-matian mengklaim bisnisnya sebagai bisnis yang ‘legal dan resmi.’
  10. Jika terkait dengan bisnis saham, mereka tidak bisa menjelaskan ke perusahaan mana saja uang Anda akan diinvestasikan.

Korbannya, tetap saja orang-orang yang tidak memahami dan mendapatkan informasi secara utuh lebih awal. Untuk menghindari penipuan ini, salah satu prinsip yang harus ditanamkan adalah tidak ada usaha atau bisnis yang memiliki kepastian keuntungan yang tinggi. Semua usaha atau peluang bisnis memiliki resiko dan hasil yang tidak bisa diprediksi kecuali investasi berupa tabungan atau obligasi dengan pendapatan tetap. Akan tetapi bisnis beresiko rendah seperti ini, juga tidak menghasilkan income yang menggiurkan.

Apakah bisnis MLM itu buruk? Tentu saja tidak, sepanjang Anda memahami dan bisa membedakan bisnis MLM yang baik dan yang buruk. Bisnis MLM bahkan menjadi salah satu penggerak ekonomi Amerika.

Karena itu, sebelum bergabung dengan suatu peluang usaha, sebaiknya Anda menanyakan dan mengetahui:

  1. Cara kerjanya bisnis yang ditawarkan. Jangan terburu-buru mengambil keputusan karena godaan keuntungan,
  2. Penanggung jawab perusahaan, alamat kantor, nomor telepon, email kantor tersebut. Jika perlu Anda mempelajari secara online, menghubungi atau mendatangi kantor perusahaan tersebut. Kalaupun ada, pastikan alamatnya bukan alamat rumahan,
  3. Perijinan dan legalitas perusahaan. Perusahaan yang baik setidaknya memiliki legalitas yang lengkap misalnya SIUP, NPWP, Akta Notaris dll. Meskipun demikian, ini juga bukan jaminan.
  4. Jika perusahaan tersebut berasal dari luar negeri, pastikan mereka memiliki izin operasi di Indonesia. Akan sangat sulit menuntut kerugian jika Anda terlibat dalam bisnis yang beroperasi secara illegal,
  5. Bagaimana pendapat teman/keluarga Anda yang memiliki pemahaman yang baik tentang usaha tersebut.
  6. Jika penawaran tersebut terkait dengan kepemilikan saham, pastikan perusahaan tersebut memperoleh ijin usaha investasi dari Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal, yang sekarang berubah menjadi OJK – Otoritas Jasa Keuangan).
  7. Seluruh kemungkinana biaya yang akan timbul dari investasi Anda. Jangan sampai ada biaya-biaya yang tidak Anda ketahui lebih awal.
  8. Jangan mempercayakan kendali bisnis Anda kepada pihak yang tidak Anda percayai. Pastikan Anda memiliki kendali penuh atas uang (investasi) Anda dan bisa mendapatkannya kembali setiap saat.

Jika perusahaan tersebut menawarkan produk yang diklaim sangat bagus dan bermanfaat, serta ditawarkan dengan harga murah bagi member, pastikan lagi hal-hal berikut:

  1. Apakah Anda sungguh ingin membeli produk tersebut? Apakah Anda membutuhkannya?
  2. Jika Anda ingin bergabung dalam bisnis, apakah Anda mampu menjual produk tersebut? Apakah Anda memahami produknya dengan baik? Apakah produknya akan laku di pasaran?
  3. Jika Anda menjawab TIDAK untuk poin nomor 2 di atas, Anda berarti hanya akan mencari downline alias nasabah baru, bukan menjual produk. Jika Anda menjalankannya, berarti Anda telah ikut dalam bisnis tipuan piramida.

Jalankanlah bisnis yang bisa Anda kerjakan. Jika Anda ingin mencoba sebuah peluang baru, pastikan Anda mempelajarinya terlebih dahulu secara mendalam, pahami kemungkinan profit serta resikonya. Jaman ini memang jaman wirausaha, tetapi bukan berarti kita akan berbisnis tanpa akal dan pengetahuan. Waspada dan lindungi asset Anda.

Jika ada tawaran bisnis atau investasi yang terlalu mudah dan menggiurkan, lebih baik lupakan saja!

Bagaimana Memilih MLM Terbaik?

Perusahaan MLM (Multi Level Marketing) telah menjelma dalam berbagai bentuk. Ada yang menyebutnya direct selling (penjualan langsung), ada juga yang menamakannya network marketing (pemasaran jaringan). Awalnya istilah-istilah tersebut didefenisikan berbeda, akan tetapi seiring perjalanan waktu, perbedaan pengertian semakin menipis. Ada juga yang berpendapat bahwa istilah-istilah baru tersebut muncul untuk mengganti istilah MLM yang sempat terlanjur mendapat stigma negatif di kalangan masyarakat.

Lalu apakah usaha MLM itu tidak baik?

Usaha atau bisnis MLM pada dasarnya merupakan bisnis yang baik, jika kita benar-benar memahami dan memilih jenis bisnis MLM yang tepat. Menurut Erric Worre, praktisi pemasaran jaringan, sebagaimana dikutip Businessforhome.org, ada beberapa ciri MLM yang baik, yaitu:

  1. Kepemilikan perusahaan. Menurutnya, CEO (Chief Executive Officer) dan/atau pemilik perusahaan sangatlah menentukan keberhasilan suatu bisnis. Pimpinan perusahaan yang baik akan sangat membantu mengatasi masalah yang muncul di kemudian hari. Mereka juga pastinya mampu menciptakan peluang bagi Anda. Jika pemimpinnya buruk, bagaimanapun bagusnya suatu produk atau sistim bisnisnya, pada akhirnya akan runtuh. Jangan gegabah, dan asal nyambar, lalu Anda menyesal di kemudian hari.
  2. Produk. Banyak orang yang tidak memperdulikan produk, tetapi lebih melihat hitung-hitungan bonus. Itu salah. Sebelum memutuskan, sebaiknya analisa produknya. Apakah produk tersebut dibutuhkan masyarakat. Lalu apakah produk dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen nantinya? Bagaimana dengan harga, apakah cukup bersaing dengan produk sejenis di pasaran? Apakah tidak terlalu mahal? Dan yang paling penting, apakah Anda mencintai dan mengerti produk tersebut? Jika tidak, jangan coba-coba memasarkannya!
  3. Peluang income. Ada berbagai macam perhitungan bonus yang digunakan oleh perusahaan MLM saat ini. Karenanya tidaklah tepat untuk mengatakan yang satu lebih baik atau lebih buruk dari yang lain. Beberapa model perhitungan bonus yang dominan adalah model breakaway, binary, uni-level, dan forced matriks. Anda bisa menganalisa peruntungan Anda dengan mendiskusikannya lebih lanjut. Anda bisa juga mengamati orang lain di bisnis itu. Jika mereka puas dengan sistim bonus yang ada, maka kemungkinan Anda pun akan menikmatinya.
  4. Dukungan Sistem. Bagi leader (upline) yang berpengalaman, dukungan sistim terkadang menjadi tidak terlalu penting karena mereka bisa menciptakan sistim, budaya, pelatihan, acara dan alat-alat bantu sendiri. Akan tetapi bagi para pemula dan mereka yang belum berpengalaman di dunia MLM, dukungan system sangatlah penting. Karena itu, sebelum mengambil keputusan, amati terlebih dahulu. Apakah tersedia alat bantu yang memadai untuk membantu Anda menjalankan bisnis nantinya? Adakah acara atau pelatihan yang dapat Anda hadiri. Apakah ada saluran komunikasi yang baik dengan upline dan kantor Anda? Apakah Anda mampu berdiri sendiri dan tidak selalu tergantung pada dukungan upline Anda nantinya?
  5. Waktu yang Tepat. Pemilihan waktu memang penting. Di satu sisi, ada orang yang merasa tenang bergabung di perusahaan yang telah stabil dan berjalan cukup lama. Di sisi lain, ada juga semangat tersendiri saat Anda bergabung dengan perusahaan yang baru berdiri. Keduanya memiliki kelebihan tersendiri. Yang jelas, tidak ada usaha atau bisnis yang terlalu sempurna. Jangan sampai Anda hanya sibuk berpindah perusahaan MLM, tetapi sebetulnya Anda hanya berpindah ke masalah yang berbeda.

Saya ingin menambahkan bahwa selain faktor-faktor di atas, legalitas perusahaan juga sangatlah penting diperhatikan. Perusahaan yang baik, biasanya akan dibekali dengan perizinan yang cukup sesuai dengan jenis usahanya. Perlu dicatat bahwa NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) bukanlah bukti izin usaha. Anda harus memperhatikan pula legalitas SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), apakah sesuai dengan jenis usahanya. Kebanyakan perusahaan MLM di Indonesia juga terdaftar sebagai anggota APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).

Terakhir, minta pendapat orang lain di sekitar Anda. Apakah perusahaan tersebut layak dipercaya dan berpotensi menjadi peluang bisnis Anda ke depan. Informasi lainnya dapat diperoleh dengan mudah melalui media internet atau media massa. Jangan ragu untuk meng-Google nama perusahaannya lalu baca pendapat atau review orang lain tentang MLM tersebut sebelum mengambil keputusan.

Sekali lagi, MLM adalah jenis bisnis yang baik, tetapi Anda harus jeli memilih jenis usahanya. Jangan salah pilih.

Beberapa Model ‘Bisnis Online’ yang Harus Diwaspadai

Ada ribuan website arisan berantai (money game) berskala internasional yang muncul, timbul tenggelam, baik yang terang-terangan, maupun yang menyamar dengan aneka modus. Kami akan menampilkan beberapa diantaranya supaya masyarakat bisa mempelajari tampilan dan modus yang digunakan bisnis gadungan tersebut.

Pada dasarnya ‘bisnis’ tersebut tidaklah menjalankan suatu investasi apapun. Mereka terkadang menyamar dengan menjual produk murah, atau produk mahal tetapi tidak laku untuk Anda jual atau tawarkan kepada orang lain. Ada juga yang menyamar dengan modus bisnis iklan.

Mereka (para member/distributornya) aktif mengajak orang bergabung ke suatu (katanya) bisnis. Tampilan websitenya atraktif, dengan banyak “proyek.” Presentasinya membuai dan dikait-kaitkan dengan perusahaan-perusahaan mapan, padahal tidak ada hubungannya dengan perusahaan mereka.

Terkadang untuk memuluskan aksinya, mereka menyatakan diri sebagai perusahaan yang bergerak di usaha atau bisnis tertentu yang menjanjikan keuntungan tinggi. Misalnya saja IndexGB selama ini mempromosikan bahwa perusahaan mereka bergerak di bidang industri sarang walet serta pengembangan resort di Malaysia. Belakangan, Sardjito (Ketua Satgas Waspada Investasi OJK) menyatakan bahwa semua itu hanya kedok belaka.

Nama-nama di atas, setidaknya menjadi pelajaran bagi kita untuk waspada. Tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu teman atau keluarga yang ingin menarik ke peluang bisnis yang tidak jelas. Disayangkan memang bahwa, setiap kali ada promosi baru, para oportunis online langsung menyebutnya Bisnis Online (BO) baru. Padahal, nyata-nyata bukanlah suatu BISNIS. Jangan semua usaha online disebut BO, lalu main sambar, promo rame-rame, narik-narik orang ke dalam jurang, demi kepentingan pribadi.

Kehadiran BO-BO palsu nan menyesatkan membuat banyak bisnis online legal dan riil menjadi gerah. Citra mereka tercoreng dan membuat masyarakat antipati terhadap bisnis online.

Sebelum memutuskan bergabung ke suatu peluang bisnis online, Anda bisa melakukan analisa kecil-kecilan untuk menilai suatu tawaran. Anda sudah harus curiga dan waspada bila tawaran tersebut:
  • Menawarkan keuntungan tinggi, pasti, dan mudah diperoleh. Apapun jenis investasinya selalu ada resiko. Jika terlalu muluk, bisa jadi itulah jebakan maut bisnis gadungan.
  • Menyatakan memiliki bisnis atau usaha tetapi Anda sendiri tidak bisa memverifikasi atau membuktikan dimana dan bagaimana usaha tersebut berjalan.
  • Tidak memiliki kantor perwakilan di Indonesia. Kebanyakan usaha gadungan online gadungan tidak membuka kantor di Indonesia. Periksa bagian “Contact us” di website. Jika hanya mencantumkan alamat luar negeri, apalagi jika hanya kolom email semata, pasti itu usaha bisnis online gadungan. Siapa yang bertanggung jawab atas dana yang Anda tanamkan?
  • Meskipun membuka kantor, bukan jaminan pula bahwa mereka resmi. IndexGB contohnya. Mereka memiliki beberapa kantor di berbagai kota yang dibuka dengan perayaan megah, tetapi ternyata bisnisnya gadungan.
  • Berjualan produk seolah MLM tetapi pendapatan lebih banyak diperoleh dari rekrutmen anggota baru, bukan dari penjualan produk. Waspadai pula tawaran bisnis jualan virtual product (seperti: video marketing, email marketing dll) jika Anda tidak menguasai manfaat dan kegunaan produknya. Bagaimana mungkin Anda bergabung dengan suatu bisnis lalu berjualan produk yang tidak Anda pahami?
Beberapa nama yang disebut dia rtikel ini hanyalah contoh. Ada banyak website serupa dengan aneka modus yang dibuat oleh para pelaku baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang siap menguras kantong jika Anda tidak waspada. Demikian juga dalam menseleksi MLM untuk dijalankan. Pilihlah MLM yang benar-benar baik dari sisi produk, legal perizinannya, dan memiliki sistim bonus yang adil.

Jika Anda memang memiliki dana menganggur, cobalah untuk belajar dan memulai investasi yang benar. Jangan sampai keserakahan sesaat menjerumuskan hanya karena silau oleh tawaran muluk nan manis.

Rakyat Indonesia memang butuh bisnis dan peluang usaha, tetapi bukan peluang usaha tipu-tipuan. Cerdaslah menganalisa sebelum mengambil keputusan.

Cara Mudah Mengenali Toko Online Palsu/Fiktif

Banyak masyarakat yang terpedaya atau tertipu dengan toko online palsu/fiktif. Umumnya mereka tidak memiliki wawasan dan pengetahuan untuk mengenali toko online palsu/fiktif. Sebenarnya untuk mengenali toko online palsu/fiktif itu cukup mudah. Adapun cara mengenali toko online palsu sebagai berikut :

  1. Dalam website terdapat kata-kata "Aman", "Mudah" dan "Terpercaya"  Biasanya kata-kata tersebut digabungkan menjadi "Mudah dan Aman", "Aman dan Terpercaya", "Mudah dan Terpercaya" atau "Aman, Mudah dan Terpercaya". Jika anda mendapatkan kata-kata tersebut dalam sebuah toko online, maka dapat dipastikan toko online itu palsu atau fiktif atau abal-abal. Kalau toko online resmi tidak memerlukan kata-kata tersebut, karena toko dan barangnya ada. Hanya penipulah yang memerlukan kata-kata tersebut untuk menyakinkan calon korbannya. Oleh karena itu, hindari toko online yang menggunakan kata-kata tersebut di atas.
  2. Dalam website terdapat testimoni. Jika dalam website atau toko online tersebut terdapat testimoni dapat dipastikan toko online itu palsu atau fiktif. Hindari toko online yang menampilkan testimoni, karena itu hanya taktik penipu untuk mempengaruhi psikologis anda agar tertarik membeli di toko online tersebut.
  3. Dalam website ditulis buka 24 jam. Jika dalam website atau toko online ada tertulis buka 24 jam, maka dapat dipastikan toko online tersebut adalah palsu atau fiktif. Toko online resmi tidak mungkin buka 24 jam, hanya toko online abal-abal, fiktif, palsu yang buka sampai 24 jam.
  4. Dalam website terdapat SITU (Surat Ijin Tempat Usaha). Jika dalam website atau toko online ditampilkan  SITU (Surat Ijin Tempat Usaha) maka dapat dipastikan toko online tersebut adalah abal-abal, fiktif, palsu. Toko online resmi tidak perlu menampilkan SITU (Surat Ijin Tempat Usaha) karena jika ada masyarakat tidak percaya, maka mereka akan menunjukkan tokonya langsung. Hanya penipulah yang merasa perlu menampilkan SITU (Surat Ijin Tempat Usaha) di toko onlinenya, untuk mengecoh korban, seolah-olah toko onlinenya resmi padahal abal-abal, fiktif, palsu. Oleh karena itu, hindari toko online yang menampilkan SITU (Surat Ijin Tempat Usaha) karena sudah jelas penipu.
  5. Dalam website hanya menampilkan nomor HP. Jika dalam website atau toko online hanya menampilkan nomor HP sebagai alat berkomunikasi, maka dapat dipastikan toko online tersebut abal-abal, fiktif dan palsu. Toko online resmi pasti menampilkan  nomor telepon resmi dari TELKOM (bukan flexy). Oleh karena itu, hindari toko online yang hanya menampilkan nomor HP, khususnya : 0823xxxx, 0852,xxxxx, 0853xxxx.(nomor ini banyak digunakan penipu, tapi ada juga dari nomor HP lain).
  6. Sistem pembayaran toko online hanya transfer. Jika sistem pembayaran toko online hanya transfer, maka dapat dipastikan toko online tersebut abal-abal, fiktif, palsu. Penipu sangat anti dengan sistem pembayaran lain, yaitu rekening bersama atau COD (cash on delivery). Oleh karena itu hindari toko online yang hanya mau dengan sistem transfer, karena sudah jelas mau menipu. Kebanyakan toko online fiktif menggunakan rekening fiktif, sehingga uang anda sulit untuk kembali jika anda tertipu.
  7. Alamat  toko yang ditampilkan di website berada di Batam, Riau, Kalimantan, NTT, Bali. Kebanyakan alamat toko online yang berada di Batam, Riau, Kalimantan, NTT, Bali adalah penipu dan alamatnya fiktif. Oleh karena itu hindari toko online yang beralamat Batam, Riau, Kalimantan, NTT, Bali. Tapi tidak menutup kemungkinan dari kota lain. Kuncinya adalah cara 1 sampai 6.